Hadapi Cuaca Ekstrim Kemensos Bentuk KSB Kota Mataram
“Pak walikota mari bersama untuk atasi bencana. Pak wali tolong diperhatikan kebutuhan dan vitamin TAGANA,” tambahnya.
Ditampat yang sama, Walikota Matarama Ahyar Abduh mengaku gempa bumi yang terjadi beberapa waktu lalu menjadi pelajaran penting bagi masyarakat. “Gempa bumi yang lalu memang pusatnya bukan di Kota Mataram. Namun dampaknya kita rasakan. Perlu kerjasama semua unsur untuk meminimalisasi korban,” tegas Ahyar.
Ahyar menegaskan apel siaga bencana yang dilakukan ini merupakan bentuk kesiapan menghadapi cuaca ekstrim yang dapat menimbulkan berbagai bencana seperti gelombang laut tinggi dan tanah longsor dapat melanda kota Mataram. “Cuaca Ekstrim harus bisa diantisipasi agar tidak ada korban yang lebih besar,” kata Ahyar.
Ahyar juga berterima kasih kepada Kemensos RI yang telah menyiapkan TAGANA dan memberikan bantuan Program Keluarga Harapan kepada warga Mataram.
Harry menambahkan lahirnya TAGANA ini merupakan kesadaran masyarakat dalam membantu korban yang bencana paska tsunami Aceh tahun 2004 lalu.
“Gagasan membentuk TAGANA waktu itu terus bergulir hingga saat ini jumlah TAGANA 37 ribu,” tambahnya.
Dalam kesempatan ini, Dirjen Pelindungan dan Jaminan Sosial juga meninjau hunian sementara korban gempa yang dibangun BUMN di kota Mataram, sekaligus mengecek langsung verifikasi dan validasi data calon penerima jaminan hidup.
Capaian PKH
Disisi lain, Harry Hikmat menjelaskan pencairan jumlah penerima PKH di Provinsi Nusa Tenggara Barat sampai dengan tahun 2018, sebanyak 341.937 KPM Reguler. Sebanyak 1.501 KPM Disabilitas. Sebanyak 1.474 KPM Lanjut Usia, dan sebanyak 473.049 Keluarga penerima Bantuan Sosial Pangan Beras Sejahtera (Rastra)/BPNT dengan total bantuan sebesar Rp.1.233.880.141.200,-.
Sedangkan, jumlah penerima manfaat PKH di Kota Mataram sebanyak 17.860 KPM sampai tahun 2018 dan 25.680 Keluarga Penerima Rastra/BPNT dengan total anggaran sebesar Rp.65.454.527.000,-,
Selain itu, SDM PKH di Kota ini juga berjumlah 46 terdiri dari Supervisor 1 orang, Operator 2 orang, dan 43 Pendamping.
“Kita berharap pemerintah kota Mataram bisa dapat memberikan dukungannya terhadap PKH agar dapat mencapai keluarga sejahtera mandiri dan siap dalam pelaksanaan penanggulangan bencana,” lanjutnya.
Harry juga menyatakan bahwa keluarga korban bencana dimungkinkan menjadi penerima PKH, apabila ditemukan korban bencana yang jatuh miskin serta sesuai dengan kriteria penerima PKH yakni sedang hamil, mempunyai anak balita dan usia sekolah, serta tinggal bersama lanjut usia dan penyandang disabilitas berat. Karena itu, dalam penyaluran Jadup akan menggunakan ATM Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) bagi yang memenuhi kriteria dimaksud.(Red/Ed)