
ACEH UTARA, Harnasnews – Kepolisian Resor (Polres) Aceh Utara berhasil mengungkap kasus peredaran obat dan jamu tradisional ilegal yang tidak memiliki izin edar serta belum teruji keamanan dan khasiatnya. Dua tersangka yang diduga berperan sebagai peracik dan penjual, yakni MF (32) dan MK (46), telah diamankan beserta barang bukti dalam jumlah besar, yang diperlihatkan dalam acara pers rilis di depan gedung Sat – Reskrim Polres setempat. Pada Kamis, (24/02/2025) pagi.
Kasus ini terungkap setelah Sat Reskrim Polres Aceh Utara menerima laporan dari masyarakat pada Minggu, 23 Februari 2025, sekitar pukul 15.00 WIB. Laporan tersebut menyebutkan adanya aktivitas peredaran obat-obatan dan jamu tradisional ilegal di Gampong Matang Panyang, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara.
Berangkat dari informasi tersebut, Unit Tipidter dan Opsnal Sat Reskrim Polres Aceh Utara melakukan penyelidikan dengan metode surveilans terhadap tersangka (MF) dan (MK). Pada Senin, 24 Februari 2025, sekitar pukul 03.00 WIB, tim kepolisian berhasil menangkap ‘MF’ di rumahnya. Sejam kemudian, pada pukul 04.00 WIB, tim bergerak ke rumah ‘MK’ yang berada di desa yang sama dan mengamankannya beserta sejumlah besar obat-obatan dan jamu tradisional ilegal.
Saat diinterogasi, kedua tersangka mengaku meracik sendiri sebagian obat yang mereka jual dengan meniru produk yang sebelumnya mereka beli dari sales tak dikenal. Mereka kemudian membongkar kemasan obat tersebut, menganalisis kandungannya di apotek, lalu meraciknya kembali dengan kemasan dan merek sendiri sebelum dijual ke kios-kios di Kecamatan Seunuddon, Kecamatan Baktiya, dan Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur.
Selain itu, mereka juga memperoleh jamu dan obat herbal dari sales yang menjual langsung ke desa-desa. Namun, kedua tersangka tidak memiliki latar belakang pendidikan atau keahlian di bidang kesehatan dan farmasi, sehingga produk yang mereka edarkan berisiko membahayakan kesehatan masyarakat.
Sementara itu, Barang Bukti yang Diamankan dari tangan (MF), Polisi menyita berbagai merek kopi herbal dan obat kuat. Kopi Arab, Super Jantan, Badak 99, Top Man, Kayu Lanang, Gali-Gali, dll.
Tambah lagi, jenis jamu dan obat herbal tanpa izin lainnya seperti (Remalin, Jiuxin, Cap Monyet Dua, Perapat, dll.)
Obat racikan tanpa izin ini seperti obat untuk, Anti Nyeri Rematik, Kombinasi, Chlorphenamine Maleate, Defalgin Metamizole Sodium, Tridexon Dexamethasone.
Dan satu unit mobil Daihatsu Xenia hitam (BL 1124 KY).